Selayang Pandang

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 19 Tahun 2001 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto.

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto mempunyai jumlah pegawai sebanyak 68 orang dengan perincian sebagai berikut 43 orang berstatus PNS dan 25, berstatus Tenaga Harian Lepas.

Berdasarkan latar belakang pendidikan, dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Enam orang berpendidikan Strata Dua ( S-2 )
  2. Sembilan Belas orang berpendidikan Strata Satu ( S-1 )
  3. Tujuh orang berpendidikan Sarjana Muda atau Diploma III
  4. Tiga Puluh Dua orang berpendidikan SLTA sederajat
  5. Empat orang berpendidikan SLTP

Dengan Sumber Daya Manusia sebagaimana tersebut diatas, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan melaksanakan pembinaan Bina Sarana Wisata promosi dan informasi pariwisata, mengelola obyek wisata yang tersebar di Kabupaten Mojokerto meliputi:

  1. Obyek Wana Wisata dan Kolam Air Panas Padusan Pacet. Pengelolaan obyek ini bekerja sama dengan PT. Perhutani
  2. Obyek Wisata Air Terjun Cuban Canggu Padusan Pacet, Pengelolaan obyek ini bekerjasama dengan PT Perhutani
  3. Obyek Wisata Petirtaan Jolotundo Seloliman Trawas. Pengelolaan obyek ini bekerja sama dengan Perhutani dan BP 3
  4. Obyek Wisata Air Terjun Dlundung Ketapanrame Trawas. Pengelolaan obyek ini bekerjasama dengan Perhutani
  5. Musium Trowulan. Pengelolaan obyek ini bekerjasama dengan BP 3
  6. Obyek Wisata Religius Makam Troloyo Sentonorejo Trowulan. Pengelolaan obyek ini bekerjasama dengan Desa Sentonorejo.

disamping itu Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto juga melaksanakan peningkatan dan pengembangan kepurbakalaan, sejarah dan arkeologi serta pembinaan kesenian di Kabupaten Mojokerto, seperti :

  1. Sholawat Orkestra
  2. Pencak Silat
  3. Qosidah Modern
  4. Bantengan, Ketoprak dan Mocopat
  5. Karawitan
  6. Wayang Kulit
  7. Ludruk
  8. Kudalumping/ Campursari
  9. Orkes Melayu
  10. Bantengan

Dengan peningkatan dan pengembangan fasilitas obyek wisata, obyek wisata baru melalui investor, peningkatan dan pengembangan sarana prasarana, mendukung peningkatan pembinaan sarana wisata peningkatan dan pengembangan upaya promosi, informasi dan bimbingan wisata, peningkatan pembinaan kesenian, nilai budaya, sejarah dan purbakala lima tahun kedepan diharapkan adanya perubahan keadaan pariwisata dan kebudayaan yang lebih dengan terciptanya suatu keadaan sebagai berikut:

  1. Fasilitas obyek wisata semakin lengkap sehingga menambah kenyamanan dan kemudahan bagi para pengunjung
  2. Keindahan, kebersihan, keamanan, ketertiban dan kenangan obyek wisata bertambah sehingga menarik para pengunjung
  3. Penambahan. obyek wisata baru sebagai alternatif pilihan kunjungan
  4. Meluasnya jangkauan promosi dan informasi wisata
  5. Kesadaran masyarakat untuk melaksanakan sapta pesona semakin meningkat
  6. Berkembangnya akomodasi ( Penginapan ) dan rumah makan sebagai sarana pariwisata
  7. Kesenian Daerah nilai-nilai sejarah dan kepurbakalaan tetap lestari
  8. Berkembang dan meningkatnya sarana / prasarana transportasi termasuk jalan

Apabila kondisi diatas benar-benar terwujud akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah dari sektor Pariwisata.